Life

This is me, this is real

Proseskan dirimu, menjadi manusia yang lebih baik tiap harinya. Buat dirimu berguna untuk orang lain. Walau kadang sulit, namun bukan berarti tidak bisa. BISMILLAH

Ayo Bahagia.

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Salam berbahagia untuk semua.
Salam berbahagia dan semoga kita termasuk orang-orang yang besyukur atas segala nikmatNya.

Kenapa harus Salam Bahagia???
Kenapa bukan salam Sejahtera??

Hey Kawan
Selain salam bahagia itu anti mainstream, salam bahagia juga itu agar mengingatkan kita untukselalu bahagia. Walau masih sedikit yang sadar bahwa hidup itu harus bahagia, tapi yang sedikit sadar itu setidaknya harus mengingatkan yang lain untuk bahagia. Dan rasanya saya Bahagia :D
(Eak... mengulang kata "bahagia" setidaknya secara perlahan menanamkan dalam alam bawah sadar).

Hari-hari kemarin setelah memasuki semester VII banyak sekali Mahasiswa di kampus yang mulai stres dan tidak bahagia karena tekanan skripsi, PPL, KKN, atau alasan lainnya.
Selain dari itu.  Semua punya masalahnya masing-masing yang bisa membuat tertekan secara batin.

Well...
Ketika merasa seperti itu, secara tidak sengaja menekan juga psikis sehingga kita akan berperilaku negatif, secara perlahan negatif itu akan merayap masuk kedalam diri kita.
Dan semua pasti sepakat apa-apa yang negatif itu tidak akan pernah baik.

"Kita tidak bertanggung jawab atas bahagia orang lain. Kita bertanggung jawab atas bahagia kita sendiri"

Bahagialah.
(Cici, Hera, Nunung, Pipi)

Kawan, 
Skripsi akan menjadi beban jika dianggap negatif. Seperti skripsi beratlah, susahlah, ribetlah.
Coba rasakan bedanya saat skripsi dianggap sebagai kesyukuran kita telah menapaki semester akhir dalam perkuliahan. Untuk ada diposisi ini tidak mudah orang lain lalui. 

Begitulah hidup kawan.
Kita kadang tidak sadar sedang diuji oleh Allah SWT, dalam satu kondisi yang kita anggap berat. Akhirnya mengeluh, malas, dan masa bodoh.
Padahal jawaban dari masalah yang membuat tertekan itu adalah "Syukur".

Jujur saja...
Saya 1 tahun hidup dengan poin negatif yang saya tuliskan di atas. 
Akhir dari semua itu adalah rasa gelisah, waswas, hampa dll.
Dari semua itu saya berMuhasabah diri, dan ternyata semuanya berasal dari dalam diri saya yang tidak bahagia.

Jangan sampai Kawan yang lain juga merasakan emosi negatif yang diakibatkan dari ketertekanan masalah. Masalah itu manusiawi, yang membedakan adalah cara kita menyikapinya. Semakin hari kita adalah pribadi yang dewasa.
Dewasa dalam artian kemarin adalah pelajaran yang harus diperbaiki hari ini, setidaknya dari kemarin tingkat kesabaran tingkat kesyukuran, tingkat keikhlasan bisa naik 1 poin.

Masalah akan benar terasa berat jika tidak segera diselesaikan.
Mari jadi manusia yang "bertambah" nilai positif dari dirinya.
Cara yang paling ampuh adalah BAHAGIA.

Bahagia > Tenang > Bersyukur > Ikhlas

Semoga bermanfaat.
Mari berbenah diri.
Saling tolong menolong dalam kebaikan.

He is John Watson

Assalamu Alaikum Wr Wb

Semoga segala aktivitas dihari ini tetap berjalan dengan lancar. Aamiin.

He is John Watson.
Nama lengkapnya John Hamish Watson.
Salah satu pemeran  dalam film "Sherlock Holmes" yang tayang di BBC. England.
Dia berperan sebagai partner Sherlock mulai dari awal hingga terakhir tayangan yang saya nonton.
JOHN WATSON

Hal yang menarik dari seorang John selain dia dokter yang (pernah) kerja di militer. Setelah mengalami tekanan psikis dan mengalami berbagai gejala psikosomatis, dia berusaha keluar dari 'Blank Zone'nya dan melawan rasa takut.

Bersama dengan Sherlock banyak sekali kasus yang mampu mereka selesaikan.

Kebiasaan John yang terus dilakukan saat selesai menyelesaikan misi dengan Sherlock adalah menuliskan semua cerita di blog. Menurut dari Psikiater John itu baik terhadap perkembangan mental.

Mungkin karena saking tertarik dengan kisah mereka. Mengisi blog walau tidak ada yang baca bisa sedikit menghibur ketika beberapa masalah yang tidak bisa kuselesaikan.

~~~~

Mukamu Muka Dokter

Halo semua....
Semoga tetap dalam rahmat Allah Swt dalam melaksanakan semua  aktifitasnya. Amin

Ditahun ketiga kuliah di UIN Alauddin Makassar masih ada saja senior, junior dan bahkan teman sendiri yang bilang " Her. Mukamu itu cocok kalo jadi dokter, pake jas putih, kerjanya di rumah sakit"
Yah, kurang lebih intinya pernyataan yang sama.

Dari semester awal semuanya terus pertanyakan kenapa tidak ambil kedok saja???
Saya biasanya cuma nyengir bilang kalo "Kan mukaji yang kasih sembuh orang"
Hhahhaha 😄😄😄

Persiapan Film jadi dokter (Sendal Jepit Pelangi)


Well, mulai dari kecil juga anak-anak kalau ditanya mau jadi apa?? cita-citanya mau jadi apa?
Pasti jawabannya "Saya mau jadi dokter" kalo bukan pasti "Saya mau jadi Polisi" nah pasti ada juga bilang "Saya mau jadi artis"
Dari segi pengamatan saya anak-anak cenderung ingin menjadi seperti apa yang mereka lihat. Profesi diatas adalah profeesi yang selalu mereka temui di kehidupan sehari-hari.
Kalau sakit anak-anak pasti kedokter dan ingin juga menjadi orang memeriksa pasien dan memberikan obat.
Kalau anak-anak jalan-jalan atau pergi kesekolah dijalan pasti ketemu dengan polisi dan ingin seperti mereka yang mengatur jalannya lalu lintas dan menangkap penjahat.
Bagi anak-anak yang selalu menonton TV pasti tidak asing dengan beberapa artis yang ada dalam siaran tersebut dan ingin menjadi seperti mereka.
 
Diantara semua profesi tersebut, saya dipersiapkan menjadi dokter bahkan setelah kelas X harus pilih jurusan IPA alias kalau IPA walaupun mau masuk ke kuliah semua jurusan atau prodi bisa walaupun IPS. Nah kalo IPS tidak bisa masuk keperguruan tinggi yang punya prodi yang bersentuhan dengan Exact.
 
Guys, jadi dokter tidak jadi dokter semua tergantung rezeki dan passion.
Bahkan usaha saya masuk keperguruan tinggi lumayan keras. untuk jalur undangan (SNMPTN) saya tembak semua Kedokteran dan terkait dengan kesehatann. Pendaftaran tertulis (SBMPTN)pun sudah saya lalui dan pilihan yang tidak berbeda dari jalur undangan.
 
Universitas Negeri tidak tembus, dan saya kembali mencoba di Universitas Swasta di kota ini. Saya melakukan dengan maksimal dan hati saya terus berontak jadi dokter.
Bagaimana tidak, tidak ada sama skali ketertarikan dalam dunia exact.
Semakin mencoba masuk dan berusaha ke Fakultas Kedokterana hati terus berontak.
 
Walau kali ini yakin lulus, tes terakhir di Kedokteran tidak saya lakukan dan lebih memilih tes di UIN Alauddin Makassar.
 
Guys, nilai untuk biologi saya saja sangat tidak memungkinkan kepercayaan diri untuk masuk kedalam Fakultas yang menurut sebagian orang bergengsi. Remedial Biologi, Fisika, Kimia saja bersyukur dapat nilai standar. Nah bagaimana kalo di Kedokteran nanti????
Takutnya dituntut jadi malpraktek :D
 
 
Sudah disemester VI di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam dan saya tidak pernah menyesal masuk kedunia jurnalis dan broadcating karena inilah yang diebut passion. Waluapun juga tidak menjadi seorang dokter saya juga senang masih dianggap dokter walaupun cuman muka hehhe.
 
 
Cukup syukuri apa yang didapatkan sekarang bukan???
 
 

 

Memahami 4 Sifat Manusia. Kalian yang mana?

Kemarin dapat mata kuliah disemester V menarik sekali. 
Nama mata kuliahnya Kepribadian Penyiar yang dibawakan oleh dosen yang kece badai juga, namanya Dra. Irwanti Said,. M.Pd.

1. Sanguinis

Pas dijelaskan tentang sifat ini, saya langsung kaget. Kok kayaknya sifat ini ada disaya semua yah??? 
Biasanya orang sanguin itu terlihat seperti "Super Star" alias yang populer diantara yang lain *eaa* ini menurut yang dijelaskan dosen.

 
Sanguinis

Tipe sanguis juga memiliki rasa optimistis yang tinggi, humoris dan mudah bergaul, emosi mereka juga seperti Plegmatis yaitu cepat berubah, sesaat mereka bisa terlihat bahagia namun beberapa saat kemudian menangis bombay. mereka juga senang mengutarakan joke sehingga membuat orang orang disekitarnya senang.

Negatifnya, orang tipe sanguis umumnya berfikiran pendek, sulit berkonsentrasi dan tidak teratur. Mereka dapat stres jika terjebak dalam situasi yang mana hidupnya terasa tidak menyenangkan karna orang sanguis takut untuk tidak populer. So, jadi kalau misalkan dalam sebuah kelompok ada orang yang banyak omong, dialah si Superstar.

SANGUINIS:
KEKUATAN:
*Suka bicara
*Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
*Antusias dan ekspresif
*Ceria dan penuh rasa ingin tahu
*Hidup di masa sekarang
*Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
*Berhati tulus dan kekanak-kanakan
*Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
*Umumnya hebat di permukaan
*Mudah berteman dan menyukai orang lain
*Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
*Menyenangkan dan dicemburui orang lain
*Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam) 
*Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
*Menyukai hal-hal yang spontan


KELEMAHAN:
*Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
*Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
*Susah untuk diam
*Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
*Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
*RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
*Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
*Mudah berubah-ubah
*Susah datang tepat waktu jam kantor
*Prioritas kegiatan kacau
*Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
*Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
*Egoistis
*Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
*Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”


Diantara beberapa diatas yang dijelaskan sama dosen. Kurang lebih memang ngena. Dan kalo saya perhatikan memang diantara beberapa sifat manusia saya lebh tertarik dengan si "Sanguin" (Diluar saya sebagai anak sanguin).

Saya kenal dengan orang yang dominan sanguin dan untuk poin "Hebat dipermukaan" benar-benar hebat dipermukaan tapi nyatanya dia rapuh. 
Rapuh tetapi rapuhnya tidak dikenali orang lain. Hanya dirinya sendirilah yang sadar tentang rapuhnya. Saya katakan dia benar-benar hebat. Melakukan ini dan itu yang saya tau itu sangat membosankan untuknya tapi tetap saja dia lakukan. 
Satu waktu dia ditanya, saya tidak mau orang lain susah karena saya dan orang orang terdekatku cuma harus tau hal yang bahagiakan untuk mereka.

"Hidup untuk orang lain" tidak gampang bersikap seperti itu. 
Wah salut deh


2. Plegmatis 

Bodo ahh, terserah deh, apa aja asal senang.
Anak plegmatis itu selalu senang dengan kedamaian. 
Pokoknya lebih bayak ngalah karena menghindari konflik.


Mereka juga baik hati, pribadinya tenang rendah hati dan juga penyabar, terlihat kalem. Nah, si plegmatis mereka tipe pendegar, jadi kalau misalkan ada orang yang berbicara anda memperhatikan seorang teman asik mendengarkan dialah si plegmatis. so, mau curhat, pilihlah orang dengan sifat plegmatis.

Plegmatis, Cinta Damai, Peace and Love Together
Ok, sekarang buruknya neh, orang plegmatis orang simple, nggak mau melibatkan diri dalam konflik bahkan konflik di dirinya sendiri alias pengen mudahnya kalau ada yang mudah ngapain dipersulit? Kalau disuruh mengambil keputusan sering kali ditunda tunda, jadi punya temen plegmatis keknya harus dicambukin biar jalan, apalagi sifat nggak bersemangat dan malesnya yang nggak ketulungan, heheheh.

selain males, suka menunda nunda dan ambil enaknya ternyata mereka juga kikir, sedikit egois dan penakut.

PLEGMATIS:
KEKUATAN:
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
* Penengah masalah yang baik
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah
* Baik di bawah tekanan
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
* Rasa humor yg tajam
* Senang melihat dan mengawasi
* Berbelaskasihan dan peduli
* Mudah diajak rukun dan damai

KELEMAHAN:
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
* Takut dan khawatir
* Menghindari konflik dan tanggung jawab
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
* Terlalu pemalu dan pendiam
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
* Kurang berorientasi pada tujuan
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
* Tidak senang didesak-desak
* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.
 
3. Melankolis 
 
Anak yang punya sifat melankolis biasanya pintar mempertimbangkan sesuatu, jadi hasilnya pasti juga sempurna. Nah ini, yang biasanya dijuluki untuk yang punya sifat melankolis.
Melankolis

Melankolis, kalau nemu temen orangnya pemikir, sensitip, romantis, teratur (kalau saiya sih ancur :ngakak), bisa dipastikan 99.99 persen dia tipe orang melankolis. si melankolis mempunyai rasa empati yang tinggi, tak jarang kalau ada temen yang ada masalah dialah orang pertama yang merasakanya bahkan menjadi pendengar yang baik. selain berempati, melankolis juga romantis banget, jagi bikin puisi kayak saiya :malu:.

Si melankolis ternyata punya bakat perfeksionis harus sempurnaaa. saya juga kadang kalau ada yang kurang misalkan dalam tulisan ini bakalan mengeditnya hingga ratusan kali (lebay, maklum lah melankolis :D ). dia juga tipe pemikir (entah kenapa agak beda dengan saya, kalau saya kadang bertindak baru berfikir :D ), orang bertipe ini cenderung mempunyai rasa seni yang tinggi, suka akan gambar, grafik dll, cukup berbakat menjadi seorang seniman entah musik atau pelukis, tapi yang jelas lukisan saia jelek.

Mereka juga kadang suka sekali namanya berkorban, bahkan mengorbankan diri mereka sendiri demi orang lain, tidak suka menonjolkan diri a.k.a low profile lebih memilih bekerja dibalik layar, keknya nggak mau terkenal.


ok, sudah cukup membanggakan diri sebagai melankolis. sekarang kita bahas sisi jeleknya, hehehehe. tipe melankolis orangnya super sensitif, bahkan anda tiup rasanya kayak ditabok hehehehe. mereka suka yang namanya menyendiri, kadang juga terjebak dimasalalu dengan ratusan kisah sedih sambil meratapi nasip dan suka membesar besarkan masalah, mengapaaaaaaaa aku beginiii.

melankolis umumnya tertutup, kalau ada masalah biasanya diumpetin, kalaupun dibagi, pastilah dibagi dengan orang yang paling diapercaya entah keluarga ataupun teman (so guys, kalau anda dicurhati sama melankolis dijaga baik baik kepercayaanya :) ). mereka juga kadang suka meremehkan diri mereka sendiri, padahal apa yang dikerjakanya mungkin lebih bagus dengan orang lain, istilahnya rumput tetangga lebih hijau dan juga takut kegagalan pikoke pikiranya negatip mulu nggak ada motivasi. idealis, kalau dirasa sesuatu tidak sesuai kehendaknya mereka kadang suka ngedumel.


MELANKOLIS:
KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain

KELEMAHAN:
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan
 
Ada juga teman saya yang sifatnya melankolis. 
Dan cocok banget sama anak sanguinis, mereka saling melengkapi hehhe.
Contoh : Kan anak sanguinis itu agak berantakan dan yang melankolislah yang selalu mengingatkan si sanguinis untuk lebih teraktur. 
Ini baru berteman yang mendatangkan banyak manfaat.
 
 
4. Korelis 
 
Dalam satu kelompok kadang kita butuh sosok yang harus memperhatikan semua hal biar berjalan sesuai dengan rencana awal. Dan orang seperti ini harus tangguh. Begitulah si korelis.
Sisi negatifnya, mereka orang yang tidak sabaran, segalanya harus cepat karna memang sifat keproduktivitasnya yang tinggi. mereka juga gampang sekali marah, dan suka berprilaku kasar. Jadi kalau nemu temen kerjanya uring uringan, suka berkata kasar dan gampang marah, dialah Koleris.

Mereka juga suka akan kontoversi dan pertengkaran, bertolak belakang dengan dengan plegmatis yang cinta damai. Sifat mereka juga kurang bersimpatin dengan sesama suka memanipulasi orang lain dan memperalat orang lain dan juga kalau salah, susah banget meminta maaf.

Orang koleris sedikit mirip dengan sanguis mereka gampang bergaul dan optimistis. Mereka juga bisa berkomunikasi dengn baik dan terbuka dengan orang lain, hmm tipe orang seperti ini cocok sebagai pemimpin

Dari keempat sifat manusia diatas, dapat kita menarik kesimpulan bahwa:

KOLERIS

KEKUATAN:

* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif
* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan
* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
* Bebas dan mandiri
* Berani menghadapi tantangan dan masalah
* “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
* Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas
* Membuat dan menentukan tujuan
* Terdorong oleh tantangan dan tantangan
* Tidak begitu perlu teman
* Mau memimpin dan mengorganisasi
* Biasanya benar dan punya visi ke depan
* Unggul dalam keadaan darurat

KELEMAHAN:
* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
* Senang memerintah
* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai
* Menyukai kontroversi dan pertengkaran
* Terlalu kaku dan kuat/ keras
* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci
* Sering membuat keputusan tergesa-gesa
* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
* Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya)
* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf
* Mungkin selalu benar tetapi tidak populer
 
Diantara semuanya. Bagi anak sanguinis korelis itu seperti "pengganggu" hahaha.
2 karakter yang sepertinya melihat semuanya dari sudut pandang yang berbeda. 
Kadang sanguin dalam sebuah kelompok lebih memilih melakukan dengan santai sedangkan korelis harus kerja dan kerja. Hebat sih memang.


Korelis -Pengatur
 
At least. bagi semua orang punya kepribadian yang berbeda, dan tidak bisa dipaksakan dari 1 sifat ke sifat yang lain.
Proses dari sebuah kepribadian baru pasti butuh perjuangan keras untuk diubah.

Saya jadi ingat kisah dari Hogwarts serial Harry Potter yang punya 4 nama asrama :

1. Gryfindor (Godric Griffindor)           --> Sanguinis
2. Hufflepuff (Helga Hufflepuff)           --> Plegmatis
3. Ravenclaw (Rowena Ravenclaw)      --> Melankolis
4. Slytherin (Salazar Slytherin)           --> Korelis

Kurang lebih menurut saya seperti itu.
Untuk kali ini, berbagi ceritanya itu dulu. Nanti dilanjut yah 

Have a nice day all 

Makalah Dakwah Sebagai Fenomena Keilmuan


DAKWAH SEBAGAI FENOMENA KEILMUWAN



KELOMPOK I:
AYU FARADHILLAH
RASNAWATI
UMMUL KHAERAH
NURUL HIKMAH KADIR



KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2013/2014








KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullaah Wabarakaatuh…
Segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, memohon ampunan dan pertolongan kepada-Nya, atas kejahatan dari diri-diri kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad saw. adalah hamba dan utusan-Nya.
Shalawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw. beserta keluarga, para sahabat dan shahabiyyah, para tabi’in, serta tabi’ut tabi’in, dan juga mereka yang mengikuti beliau secara benar, hingga hari kebangkitan.
Alhamdulillah, setelah melalui beberapa proses pemilihan dalam penyelesaian makalah kami. Akhirnya kami dapat menyelesaikannya. Adapun yang kami bahas dalam makalah kami ini mengenai “DAKWAH SEBAGAI FENOMENA KEILMUAN”. Di dalam makalah kami terdapat berbagai macam penjelasan, apa sebenarnya ilmu dan pengetahuan itu, serta bagaimana kedudukan serta keterkaitan dakwah dengan berbagai ilmu dan juga bagaimana syarat-syarat dakwah dikatakan sebagai ilmu pengetahuan, dll.
Di dalam makalah kami tentu masih banyak terdapat kekurangan. Namun, sedikit yang dapat kami paparkan di dalam makalah kami sekiranya dapat membantu saudara(i) dalam memahami isi dari judul makalah kami.
Demikian dari kami, mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullaah Wabarakaatuh…

Samata Gowa, 10 Maret 2014
Tim Penyusun



DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................. 1              
Daftar Isi........................................................................................................ 2
BAB I (PENDAHULUAN)
A.    Latar Belakang............................................................................................ 3
B.     Rumusan Masalah...................................................................................... 4
C.     Tujuan........................................................................................................... 4
BAB II (PEMBAHASAN)
A.    Dakwah dan Keilmuannya.......................................................................... 6
B.     Dakwah Sebagai Ilmu ............................................................................... 7
C.     Subyek Dakwah dan Ilmu Pengetahuan ................................................. 7
D.    Objek Dakwah dan Pengetahuan.............................................................. 8
E.     Metode Dakwah Terhadap Pengetahuan................................................ 8
BAB III (PENUTUP)
A.    Kesimpulan.................................................................................................. 10
B.     Saran........................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 12









BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pengetahuan adalah gambaran atau kesan yang terdapat dalam fikiran manusia tentang suatu hal, baik mengenai sesuatu yang konkret maupun abstrak sebagai hasil dari penangkapan beberapa inderanya. S.I Poeradisastro mengartikan pengetahuan sebagai: kumpulan fakta yang saling berhubungan satu sama lain mengenai suatu hal tertentu. Terlepas apakah pengetahuan itu merupakan pengetahuan yang khusus maupun pengetahuan yang umum, suatu pengetahuan itu memiliki dua tingkatan yaitu pengetahuan biasa dan pengetahuan ilmiah.
Pengetahuan biasa adalah pengetahuan yang digunakan orang, terutama untuk kehidupannya sehari-hari tanpa disertai penyelidikan lebih lanjut dengan lebih intensif tentang seluk beluk sebab dan akibatnya. Sedangkan pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang tidak sekedar ilmu semata-mata, tetapi pengetahuan yang disertai dengan penyelidikan yang mendalam sehingga dapat diyakini kebenaranya serta diketahui apa sebabnya demikian, dan mengapa harus demikian.
Pengetahuan mengenai dakwah seperti diterangkan diatas adalah merupakan pengetahuan biasa, karena pengetahuan ini hanya sekadar tahu tentang dakwah tanpa adanya penyelidikan dan analisis lebih lanjut, tentu saja untuk menjadikan ilmu dakwah menjadi sebuah ilmu pengetahuan memerlukan persyaratan. Dakwah baru dikatakan sebagai ilmu pengetahuan, apabila memenuhi beberapa syarat-syarat di bawah ini:
1.Objektif
Telah memiliki objek study dan diterangkan secara objektif.
2.Universal
Pengetahuan dakwah yang telah diketahui kebenaranya secara umum oleh masyarakat dan dapat terbuka, teruji oleh setiap orang.
3.Metodik
Telah menggunakan metode yang tepat dalam memahami object studinya.
4.Sistematik
Pengetahuan dakwah telah tersusun secara menyeluruh yang bagian-bagiannya memiliki kolerasi antara satu dengan yang lainnya, agar lebih dapat memahami tingkatan keilmuan ilmu dakwah, sejauh ini perlu dianalisis dengan tiga landasan, yaitu:
a.       Landasan Ontologis
Objek telaah ilmu dakwah adalah system panggilan islam terhadap manusia agar melaksanakan ajaran Alloh dan Rosul-Nya(membicarakan tentang yang ada).
b.      Landasan Epistemologi
Melihat sejauh mana suatu pengetahuan telah diperoleh melalui pendekatan ilmiah (membicarakan tentang pengetahuan).
    c.       Landasan Axiologis

Pengetahuan adalah kekuasaan kata”francis bacon”.


B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana bentuk kerjasama antara ilmu dakwah dengan ilmu lainnya ?
2.      Bagaimana bentuk keterkaitan dan perbedaan antara ilmu dengan pengetahuan dalam dakwah ?
3.      Apakah objek material dakwah ?
4.      Apakah objek formal dakwah ?
5.      Bagaimana dakwah dapat dikatakan sebagai suatu ilmu ?
6.      Bagaimana dakwah sebagai ilmu yang normatif dogmatis ?
7.      Apakah syarat-syarat dakwah dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan ?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui bentuk kerjasama antara ilmu dakwah dengan ilmu lainnya.
2.      Mengetahui bentuk keterkaitan dan perbedaan antara ilmu dengan pengetahuan dalam dakwah.
3.      Mengetahui objek material dakwah.
4.      Mengetahui objek formal dakwah.
5.      Mengetahui dakwah sebagai suatu ilmu.
6.      Mengetahui dakwah sebagai ilmu yang normatif dogmatis.
7.      Mengetahui syarat-syarat dakwah dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    DAKWAH DAN KEILMUANNYA
Jalaludin rahmat mengatakan bahwa dakwah dan pengetahuan adalah fenomena Sosial yang dirangsang oleh nash-nash agama islam. Fakta-fakta sosial tersebut dapat dikaji secara empiris terutama pada aspek penyampaian dakwah serta internalisasi nilai agama bagi penerima dakwah. Dakwah yang demikian itu baik, yang mana dilakukan secara perorangan atau kelompok, ataupun lembaga yang melakukan dengan menggunakan berbagai media, pendek kata yaitu dakwah dengan segala problematikanya, itu juga merupakan kenyataan sosial yang dapat di amati sehingga akan memunculkan sebuah pengetahuan. Ilmu dakwah menurut Toha Yahya Umar adalah ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara dan tuntunan bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk menganut,menyetujui,melaksanakan suatu ideologi,pendapat ataupun pekerjaan tertentu.  Ilmu dakwah selalu membutuhkan bantuan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya didalam memahami objek study materi dan objek study formalnya. Bentuk kerjasama atau keterkaitan antara ilmu dakwah dengan ilmu pengetahuan lainnya antara lain dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Ilmu dakwah dan ilmu pengetahuan agama islam
Ilmu dakwah yang menerangkan seluk beluk dakwah islamiyah atau penyampaian ajaran islam kepada orang lainyang memiliki kaitan erat dengan ilmu pengetahuan agama islam seperti fiqih, tafsir, dll.
2.      Ilmu dakwah dan ilmu pengetahuan social politik
Ilmu pengetahuan social yang dibicarakan sesuatu menurut apa adanya dan tidak membicarakan bagaimana suatu itu seharusnya, seperti ilmu –ilmu normative: sosiologi, antropologi, psikologi.
3.      Ilmu dakwah dan ilmu-ilmu normative
Ilmu-ilmu normatif yang dimaksud yaitu ilmu-ilmu yang membicarakan bagaimana sesuatu itu, contohnya:ilmu penelitian/ilmu riset, ilmu logika, ilmu bimbingan dan penyuluhan.

B.     DAKWAH SEBAGAI ILMU
Pengertian “ilmu’’ sering dikacaukan dengan pengertian “pengetahuan’’.
pengetahuan adalah kesan yang terdapat di dalam pemikiran manusia sebagai hasil sentuhan dengan obyek tertentu. Kesan itu kemudian diberi lambang dalam wujud ‘kata’ atau lukisan dalam wujud untain kata-kata. Sedangkan “ilmu’’ adalah sejumlah pengetahuan yang tersusun secara sistematis,logis,hasil pemikiran manusia, obyektif atau dapat diuji oleh siapapun. Senada dengan pendapat diatas, Soekanto mengemukakan unsur-unsur (elemen) yang merupakan bagian-bagian dari ilmu, antara lain: pengetahuan (knowledge), tersusun secara sistematis, menggunakan pemikiran, dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain atau umum(obyektif). Ilmu merupakan kumpulan pengetahuan, dimana pengetahuan meruopakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu atau hasil usaha manusia untuk memahami suatu obyek tertentu, Ilmu, disamping merupakan kumpulan pengetahuan, juga harus mempunyai obyek dan metode (cara kerja) tertentu yang sifatnya umum.
Sedangkan menurut Amrulloh Ahmad, ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis sebagai hasil belajar manusia terhadap ayat-ayat Alloh dengan tujuan untuk beribadah kepada Alloh mencari kebenaran, untuk kesejahteraan hidup di dunia dan agarsemakin bertaqwa kepada Alloh SWT.

C.    SUBYEK DAKWAH DAN ILMU PENGETAHUAN
Subyek dakwah adalah seorang yang menjadi sumber ide, sehingga pesan dakwah akan sangat dipengaruhi oleh keahlian, kecerdasan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku seorang da’i, begitu pula dengan subyek pengetahuan.
Seorang da’i harus memiliki pengetahuan, orang yang memiliki pengetahuan juga harus mengetahui cara dakwah untuk menyampaikan pegetahuan yang ia ketahui. Dengan demikian keduanya akan terjalin interaksi satu sama lain.

D.    OBJEK DAKWAH DAN PENGETAHUAN
Ciri khusus untuk mengetahui ilmu yang satu dengan yang lain adalah terletak pada objeknya terutama objek formalnya. Adapun objek penelaahan ilmu dakwah adalah memiliki objek-objek material dan objek formal. Objek material dakwah sebagaimana ilmu-ilmu sejenis lainnya adalah tentang tingkah laku manusia. Sedangkan objek formal nya adalah “ usaha manusia untuk menyeru/mengajak manusia lain dengan ajaran islam agar menerima, meyakini dan mengamalkan ajaran islam bahkan memperjuangkannya”. Dengan demikian, maka yang menjadi objek telaahan ilmu dakwah adalah manusia dengan segala sikap tingkah lakunya yang berkaitan dengan aktivitas dakwah. Tegasnya, masalah-masalah yang dikandung dalam pembahasan ilmu dakwah adalah semua permasalahan yang timbul dan melingkupi persoalan aktivitas dakwah, sebagai konsekuensi sebab akibat adanya manusia yang menyeru atau mengajak manusia lain kepada islam. Dari proses ajakan, dorongan, motivasi, dan bentuk-bentuk sejenis lainnya membutuhkan pembahasan dan pemecahan secara tuntas, atau paling tidak membutuhkan metodologi yang sistematis, dengan dasar inilah ”ilmu dakwah sebagai sumbangan ilmu pengetahuan” diperlukan.

E.     METODE DAKWAH TERHADAP PENGETAHUAN
Ada sebagian pihak yang meragukan tentang keberadaan dakwah sebagai suatu ilmu. Untuk mengetahui apakah dakwah itu dapat dikatakan sebagai suatu ilmu, maka perlu kiranya dikemukakan dasar timbulnya ilmu itu sendiri yang sekaligus dapat dijadikan landasannya bahwasannya asumsi dakwah merupakan pengetahuan normatif yang berarti bahwa ilmu dakwah merupakan disiplin ilmu yang merumuskan kaidah-kaidah norma atau nilai yang akan dijadikan ukuran tingkah laku yang seharusnya dilakukan manusia sebagai makhluk yang hidup di masyarakat. Dengan asumsi tersebut maka ilmu dakwah erat kaitannya dengan ilmu-ilmu pengetahuan normatif lainnya seperti ilmu-ilmu agama, filsafat, kebudayaan serta ilmu sosiologi yang dikategorikan sebagai disiplin ilmu merupakan sumber-sumber nilai kehidupan. Dengan demikian ilmu dakwah merupakan suatu ilmu yang normatif dogmatis yaitu pemahaman yang diambil Alquran dan sunnah seperti yang lazim diketahui dalam pembahasan-pembahasan ilmu pegetahuan yang lain. Pada sisi lain, bahwa belum adanya pengalaman yang mapan dalam tradisi keilmuan ini justru menjadikan ilmu dakwah sebagai disiplin ilmu yang paling challenging (mendatangkan tantangan). Sementara ini belum banyak di ungkap sejarah perkembangan ilmu dakwah sebagai sumbangan ilmu pengetahuan.


BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari berbagai pejelasan di atas tentulah dapat kita simpulkan, bahwa sesungguhnya dakwah sebagai fenomena keilmuan sangat dekat hubungannya dengan berbagai macam ilmu. Bahkan, bahwa dakwah dan pengetahuan adalah fenomena Sosial yang dirangsang oleh nash-nash agama islam. Selain itu, dakwah dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan apabila telah memenuhi berbagai syarat-syarat, diantaranya :
1.Objektif
Telah memiliki objek study dan diterangkan secara objektif.
2.Universal
Pengetahuan dakwah yang telah diketahui kebenaranya secara umum oleh masyarakat dan dapat terbuka, teruji oleh setiap orang.
3.Metodik
Telah menggunakan metode yang tepat dalam memahami object studinya.
4.Sistematik
Pengetahuan dakwah telah tersusun secara menyeluruh yang bagian-bagiannya memiliki kolerasi antara satu dengan yang lainnya, agar lebih dapat memahami tingkatan keilmuan ilmu dakwah, sejauh ini perlu dianalisis dengan tiga landasan, yaitu:
A.    Landasan Ontologis
Objek telaah ilmu dakwah adalah system panggilan islam terhadap manusia agar melaksanakan ajaran Alloh dan Rosul-Nya(membicarakan tentang yang ada).
B.     Landasan Epistemologi
Melihat sejauh mana suatu pengetahuan telah diperoleh melalui pendekatan ilmiah (membicarakan tentang pengetahuan).
C.     Landasan Axiologis
Pengetahuan adalah kekuasaan kata”francis bacon”.
Kemudian, ciri khusus untuk mengetahui ilmu yang satu dengan yang lain adalah terletak pada objeknya terutama objek formalnya.

B.     SARAN
Demikian, yang dapat penyaji sampaikan. Tentulah masih banyak terdapat kekurangan dan kelalaian dalam makalah kami. Kami memohon dengan sangat sekiranya saudara(i) sekalian dapat memberikan kritik dan saran yang membangun.



DAFTAR PUSTAKA

A.Firdaus, KH.1993. Mutiara Dakwah. Jakarta.(Google)

Samsul Munir Amin, Drs. M.A. Ilmu Dakwah. Jakarta: Azam, 2009..(Google)

Bachtiar, Wardi, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, Jakarta: Logos, 1997..(Google)

Soekanto, soejarno, Sosiologo Suatu Pengantar, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2001..(Google)

Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Depag RI, 1989. .(Google)

Toha Yahya Omar, Prof, M.A., Ilmu Dakwah, Jakarta: Wijaya, 1979..(Google)